Senin, 14 Februari 2011

Kucing Tak Bisa Mengecap Rasa Manis





           Lagi iseng iseng search di google eh nemu yg beginian. karena saya jg baru tahu jadi lang sung  di share disini aj deh. . .

Udah taukan semua kalau Kucing dan susu adalah pasangan serasi.  Coba Berikan semangkuk susu pada kucing kesayanganmu, pasti akan dijilati sampai habis. Padahal dia tak bisa mengecap rasa manis. Tapi mengapa mereka menyukai susu?

Makanan berasa manis adalah kegemaran manusia. Sejak jaman baheula manusa suka menyantap menu yang manis. Nggak percaya? Lihat saja, kebanyakan anak gemar mengunyah permen, jelly, dan kembang gula. Juga hobi menyantap es krim serta menyeruput susu, dawet, atau es cendol.
Bagi hewan pemakan tumbuhan, rasa manis menjadi favorit karena merupakan pertanda bahwa makanan tersebut mengandung banyak karbohidrat. Suatu senyawa yang sangat dibutuhkan sebagai energi untuk hidup. Makanya hewan pemakan tumbuhan atau pemakan segala (termasuk manusia) memiliki reseptor pengecap manis yang kuat.
Kenyataan tersebut tidak terjadi pada kucing. Memang kucing rumahan memiliki menu makanan yang hampir sama dengan manusia. Namun, berdasar silsilahnya, kucing merupakan hewan pemakan daging (karnivora). Bangsa kucing seperti harimau, singa, dan cheetah tak banyak mengkonsumsi karbohidrat. Mereka lebih banyak menyantap protein dan lemak yang terdapat dalam daging. rasa manis bagi mereka tak terlampau penting.


Reseptor Perasa
Lidah manusia bisa mengecap lima (barangkali enam)

Benarkah Kucing Suka Susu? 


                Benarkah Kucing Suka Susu? rasa yakni pahit, asam, manis, asin, dan umami (rasa daging). Reseptor berbentuk cairan yang membasahi permukaan lidah. Ketika datang makanan, terjadilah reaksi kimia antara reseptor perasa dengan zat-zat yang ada pada makanan. Reseptor kemudian mengirim sinyal ke otak dan memberi tahu rasa makanan tersebut.
Reseptor rasa manis terdiri atas dua pasang protein, yang masing-masing dibuat oleh dua gen berbeda yakni Tas1r2 dan Tas1r3.
Bangsa kucing hanya memiliki salah satu dari gen tersebut, yakni Tas1r3. Adapun gen DNA Tas1r2 tidak dimiliki. Akibatnya, reseptor manis pada kucing tak bekerja dengan baik. “Reseptor rasa manis pada kucing tidak sempurna. Rasa manis yang dikecap kucing berbeda dengan yang dirasai manusia, ,” ujar Joe Brand, ahli biokimia dari Kalifornia.
Kalau tidak bisa mengecap rasa manis, mengapa menyukai susu? Sebenarnya kucing tak bisa membedakan seberapa manisnya susu. Tak ada bedanya bagi mereka, minum susu, air manis, atau air tawar. Semuanya menyegarkan.
Namun, karena memiliki salah satu reseptor, mungkin saja kucing bisa mengecap rasa manis makanan yang mengandung kadar gula sangat tinggi. “Mungkin ada kucing tertentu yang bisa mengecap ras manis. Tetapi saya yakin sangat jarang,” ujar Joe Brand.
Wah, berarti makanan manis bagi kucing terasa hambar dong? Sebagai ganti rasa manis, hewan pemakan daging bisa mengecap “rasa yang lain” yang tak bisa dirasai manusia. Hewan pemangsa sangat sensitif terhadap makanan yang mengandung adenosine triphosphate (ATP), yang banyak terkandung dalam daging. Nah perasa inilah yang dominan pada kucing.
Sayangnya, kucing rumahan jarang diberi makan daging. Padahal, selain lidahnya tak bisa mengecap rasa manis, kucing juga kekurangan zat pengontrol gula pada liver (hati). jika kebanyakan menyantap makanan kaya karbohidrat, tubuh kucing kelebihan gula. Akibatnya banyak kucing yang menderita diabetes alias kencing manis. Aduh, kasihan ya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar